Perkuat Fungsi Pengujian dan Perbenihan, BBRMP Sulbar Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Luyo
POLEWALI MANDAR— Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pada Kebun Penerapan Luyo yang terletak di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Upaya ini dilakukan melalui peninjauan langsung oleh Kepala BBRMP Sulawesi Barat guna memastikan kesiapan lahan serta melakukan monitoring terhadap infrastruktur pendukung kegiatan penerapan teknologi dan perbenihan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan fungsi Kebun Penerapan Luyo sebagai Unit Penerapan dan Pengujian Teknologi Pertanian (UP2TP) dapat berjalan secara optimal dalam mendukung program modernisasi pertanian. Dalam peninjauan tersebut, Kepala BBRMP Sulawesi Barat didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Tim Kelompok Substansi Penerapan dan Pengujian, serta tim teknis BBRMP Sulawesi Barat. Rombongan melakukan monitoring kondisi lahan, sumber air, serta sarana prasarana pendukung lainnya.
Seiring dengan perubahan nomenklatur dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) menjadi BBRMP, Kebun Penerapan Luyo bertransformasi menjadi Unit Penerapan dan Pengujian Teknologi Pertanian yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan penerapan teknologi, pengujian inovasi, serta pengembangan perbenihan. Unit ini juga berfungsi sebagai lokasi demonstrasi teknologi, pusat pembelajaran bagi petani dan penyuluh, serta sarana diseminasi inovasi pertanian spesifik lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, dilakukan identifikasi kesiapan lahan yang direncanakan untuk kegiatan perbenihan jagung dan kedelai. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi benih sekaligus mendukung kebutuhan benih unggul di wilayah Sulawesi Barat dan sekitarnya. Optimalisasi lahan juga diarahkan agar kegiatan perbenihan dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Monitoring juga difokuskan pada ketersediaan sumber air sebagai faktor utama dalam pemanfaatan lahan. Sebelumnya lahan tersebut memiliki kendala keterbatasan air, namun telah dilakukan beberapa upaya penanganan seperti pengeboran sumber air serta pembangunan penampungan melalui pembendungan sederhana. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemanfaatan lahan secara maksimal.
Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap sarana pendukung lainnya guna memastikan kesiapan unit dalam mendukung kegiatan penerapan teknologi dan pengembangan perbenihan. Langkah ini merupakan bagian dari fungsi BBRMP Sulawesi Barat dalam melaksanakan penerapan modernisasi pertanian melalui pengujian teknologi, diseminasi inovasi, serta pendampingan kepada petani dan penyuluh di daerah.
Melalui optimalisasi pemanfaatan lahan Kebun Penerapan Luyo, BBRMP Sulawesi Barat diharapkan dapat memperkuat peran unit penerapan sebagai pusat pengujian teknologi sekaligus pengembangan perbenihan. Upaya ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung penerapan teknologi modern yang adaptif dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.(HR)